
Paragraf 1
PU: Setiap orang yang ditakdirkan menjadi penyanyi pasti memiliki suara yang merdu
PK: Saya tidak memiliki suara yang merdu
K : Saya bukan ditakdirkan untuk menjadi seorang penyanyi
Saya lahir dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga sederhana. Sewaktu duduk di bangku taman kanak-kanak saya berangan-angan untuk menjadi seorang penyanyi terkenal, karena saya suka mendengarkan musik dan bernyanyi. Setiap orang yang ditakdirkan menjadi penyanyi pasti memiliki suara yang merdu, sedangkan saya tidak memiliki suara yang merdu. Jadi saya bukan ditakdirkan untuk menjadi seorang penyanyi. Akhirnya cita-cita itu saya kubur dan perlahan-lahan mulai lupa.
Paragraf 2
PU : Semua teman-teman TK mengikuti les vokal
PK : Beberapa teman-teman TK saya berbakat
K : Jadi beberapa teman-teman saya tidak berbakat
Sedari kecil saya tidak pernah mau mengikuti les vokal. Karena menurut saya cita-cita tersebut terlalu tinggi dan saya berpikir bahwa cita-cita saya tidak didukung dengan kemampuan. Suara saya tidak merdu bahkan terkesan biasa saja. Semua teman-teman TK saya pada kala itu memiliki cita-cita yang sama dengan saya berlomba-lomba mengikuti les vokal. Beberapa dari mereka mulai terlihat mempunyai bakat dalam dunia tarik suara. Jadi bisa di katakan beberapa teman yang lainnya tidak punya bakat menyanyi.
Paragraf 3
PU : Cita-cita adalah acuan belajar
PK : Motivasi berperan penting dalam mempelajari segala hal
K : Jadi motivasi adalah acuan belajar
Ketika saya beranjak dewasa, saya mulai mengenal lebih banyak teman dan tentunya pemikiran yang lebih luas. Saya mendengar cita-cita teman saya yang bernama Tiko begitu membuat saya terkesan, yaitu menjadi seorang TNI Angkatan Darat. Alasannya, ingin mengabdi kepada negara. Sejak kecil Tiko menanamkan cita-citanya sebagai acuan belajar saat mengenyam pendidikan di bangku SD, SMP, dan SMA. Sebelumnya, senior Tiko terlebih dahulu menjadi anggota TNI AD, Ia menjadikan seniornya itu sebagai motivasi sampai akhirnya pada tahun 2013 Ia lolos menjadi Taruna TNI AD. Menurut Tiko, motivasi berperan penting dalam proses belajar.
Paragraf 4
PU : Setiap orang mempunyai cita-cita
PK : Saya adalah orang
K : Saya mempunyai cita-cita
Meskipun cita-cita saya pada masa taman kanak-kanak terkubur, saya sama sekali tidak merasa sedih. Mungkin memang bukan jalan hidup saya menjadi penyanyi. Setiap orang memiliki cita-cita begitupun saya. Ketika mulai mengerti arti kehidupan, saya bercita-cita ingin menjadi seorang pribadi yang baik agar diterima dengan baik pula di tengah-tengah masyarakat. Menjadi wanita karier dan mendapatkan kehidupan yang baik ke depannya adalah cita-cita saya.
Paragraf 5
PU : Ada orang yang menjadikan hobi sebagai pekerjaannya
PK : Banyak orang yang senang dengan pekerjaannya
K : Jadi orang yang senang adalah orang yang menjadikan hobi sebagai pekerjaannya
Cita-cita akan mudah terwujud apabila di dukung dengan hobi. Banyak orang yang mengatakan bahwa pekerjaan yang menyenangkan adalah pekerjaan yang berangkat dari hobi masing-masing individu. Misalnya, Chef Marinka sedari kecil hobi memasak dan sekarang beliau berprofesi sebagai koki, Raisa hobi menyanyi dan sekarang menjadi penyanyi muda terkenal, Designer Anna Avantie hobi menjahit dan sekarang menjadi penjahit ternama di kalangan selebriti. Orang yang menjadikan hobi sebagai pekerjaannya pasti akan tekun dan dengan ikhlas menjalankan pekerjaannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang senang dengan pekerjaannya ialah orang yang menjadikan hobinya sebagai profesinya.






0 komentar:
Posting Komentar