Selasa, 15 Desember 2015

Pentingnya Pendidikan bagi Semua Orang





Berbicara tentang pendidikan kita semua pasti sudah tahu bahwa betapa pentingnya pendidikan tersebut. Pendidikan, kemampuan, pengetahuan merupakan salah satu modal yang kita miliki untuk hidup di zaman yang serba sulit ini. Mengapa dikatakan demikian?
Kita tentu sudah bisa menjawabnya, apa hal pertama yang dilihat bila kita ingin mengajukan surat lamaran perkerjaan? Apa yang kita butuhkan ketika ingin memulai suatu bisnis atau usaha?


Tentu saja pendidikan, kemampuan, wawasan dan pengetahuanlah yang kita butuhkan. Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi entah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini. Sepertinya kesadaran mereka tetang pentingnya pendidikan perlu ditingkatkan.

Sebagaimana yang diungkapkan Daoed Joesoef tentang pentingnya pendidikan : “Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.

Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.
Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka tentunya peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Kita ambil contoh Amerika, mereka takkan bisa jadi seperti sekarang ini apabila –maaf– pendidikan mereka setarap dengan kita. Lalu bagaimana dengan Jepang? si ahli Teknologi itu? Jepang sangat menghargai Pendidikan, mereka rela mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk pendidikan bukan untuk kampanye atau hal lain tentang kedudukan seperti yang–maaf– Indonesia lakukan. Tak ubahnya negara lain, seperti Malaysia dan Singapura yang menjadi negara tetangga kita.

Mungkin sedikit demi sedikit Indonesia juga sadar akan pentingnya pendidikan. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei menitikberatkan atau mengambil tema pendidikan karakter untuk membangun peradaban bangsa dan seperti yang diberitakan bahwa Kementrian Pendidikan Nasional telah menyediakan infrastruktur terkait akses informasi bekerja sama dengan MNC Group, melalui TV berbayarnya, Indovision menyiarkan siaran televisi untuk pendidikan.Dan juga penyediaan taman bacaan di pusat perbelanjaan. Namun apakah pendidikan karakter ini bisa mengubah masalah-masalah yang sering kita hadapi dalam dunia pendidikan?

Didalam UU No.20/2003 tentang sistem pendidikan Nasional, tercantum pengertian pendidikan: “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, banga dan negara” Namun satu pertanyaan, sudahkah pendidikan kita seperti yang tercantum dalam UU tersebut?


Story of natasyamndsr



Nama saya Natasya, biasa dipanggil Tasya. nama yang cukup pasaran untuk dijadikan tanda pengenal seorang anak perempuan. kalian semua pasti mempunyai teman atau bahkan sahabat yang namanya sama seperti saya, yang membedakan saya dengan natasya-natasya lainnya yaitu nama belakang saya Mandasari. nama lengkap saya Natasya Mandasari. saya sangat menyayangi dan menghormati kedua orang tua, terutama ibu saya. anak kedua dari tiga bersaudara dan anak perempuan satu-satunya. ya, kakak dan adik saya laki-laki.

Saya adalah remaja generasi 90'an. tanggal 2 Mei 1996 adalah waktu dimana saya dilahirkan dan mulai mengenal dunia. sejak kecil bertempat tinggal di Bekasi, namun ketika beranjak dewasa dan harus memiliki Kartu Tanda Penduduk, KTP saya berdomisili Jakarta. karena hal itu terkadang saya suka ribet ngurus ini itu di Bekasi. . .

Sejak kecil saya sangat suka bernyanyi, bercita-cita ketika dewasa ingin menjadi penyanyi terkenal. namun, saat saya duduk dibangku kelas enam SD, saya mengikuti lomba nyanyi di salah satu Mall di Bekasi. lomba itu berdurasi cukup lama, saya menunggu dari awal mulai acara sampai tiba saat pengumuman. lalu apa? saya tidak beruntung bung, tidak menang sama sekali. yasudah... lomba ini akan menjadi pengalaman pertama dan terakhir, sejak saat itu juga saya berhenti bercita-cita menjadi penyanyi.

Menginjak umur 15 tahun, saya memasuki jenjang pendidikan SMA. saya merasa hidup saya semakin berwarna. merasa lebih dewasa dari segi pemikiran, fisik, penampilan dan cara belajar. saya memilih untuk ikut ekstrakulikuler pecinta alam (GEMPA) dan seni (GARNISUN). sejujurnya saya hanya coba-coba, namun akhirnya jatuh hati pada keduanya. pada ekskul pecinta alam, saya menjabat sebagai koor personalia. di ekskul gempa saya sangat banyak belajar tentang arti tanggung jawab, memelihara alam, solidaritas antar individu, kebersamaan, dan kekeluargaan. dalam organisasi GEMPA selalu ada program kerja yang dijalankan setiap generasinya. tahun 2012 kami mengadakan upacara 17 Agutus di puncak Gunung Ciremai 3078mdpl.

Berikut adalah sedikit gambaran perjalanan saya dan anggota GEMPA lainnya di Gn. Ciremai :


Singgah untuk beristirahat sejenak di pos yang telah tersedia, karena, sungguh, mendaki gunung engap sekali, tapi seru!


Foto keluarga GEMPA GP XVI dan XVII usai melaksanakan upacara 17 agustus di puncak Gunung Ciremai 3078mdpl.


Saya pribadi merasa bangga untuk pertama kalinya upacara di atas gunung bersama anggota GEMPA lainnya. patut untuk di abadikan.
------------------

Selain ekstrakulikuler GEMPA (Generasi Muda Pecinta Alam) saya juga merupakan salah satu bagian dari ekrakulikuler GARNISUN (Sanggar Seni SMAN 6). saya memilih bidang tari tradisional, tepatnya tari saman atau lebih tepatnya tari ratoeh jaroe, tari ini berasal dari Nangroe Aceh Darrusalam yang berbasis muslim. Alhamdulillah, setiap performance kami selalu mendapat respon yang baik dan mendapat juara.



Foto anggota TCI (Traditional Culture of Indonesia) setelah mengikuti lomba di Bulungan Cup


Saat tampil guna memenuhi undangan Kementrian Dalam Negeri di Gedung Kemendagri Kalibata


Lomba anjungan TMII se-jabodetabek dengan tema "tari ratoeh jaroe best of the best". Alhamdulillah, kami mendapat juara 2.

Waktu terus berlalu, tiba saatnya pengumuman kelulusan sekolah menengah atas. saya datang ke SMAN 6 untuk mengambil surat kelulusan saya, dan yap! saya lulus! dari semua mata pelajaran yang diujikan, nilai tertinggi UN saya adalah Bahasa Indonesia, 9.00. sesungguhnya dibalik kelulusan, saya juga menyenangi hal lain, yaitu libur panjaaang. waktu libur itu saya gunakan untuk liburan ke Yogyakarta dengan teman saya, kami bagpackeran, walaupun hanya empat hari tapi perjalanan itu sangat berkesan.

Liburan selesai, saatnya masuk ke dunia perkuliahan. ini dunia yang asing bagi saya, bisa dibilang pada tahun 2014 lalu saya adalah mahasiswa baru. bertemu dengan tempat, teman, pengajar yang baru. namun seiring berjalannya waktu saya mampu beradaptasi dengan hal-hal itu. sejak TK,SD,SMP,SMA saya belum berhijab, hanya saja saat SMA muncul niatan untuk berhijab. namun niat ini belum terealisasi pada delapan bulan pertama saya menjadi mahasiswa. akhir semester dua saya memutuskan untuk berhijab. sebelumnya saya memang berkeinginan jika sudah mantap berhijab, saya ingin memulainya di hari jumat. ya, saya mulai menggunakan hijab di hari jumat 22 Mei 2015 sampai selamanya. Allahuma aamiin.

5 Mitos dan Fakta Tentang Penyakit Jantung pada Wanita

kebanyakan wanita yang meninggal dunia karena penyakit jantung, tidak pernah tahu bahwa mereka mengalami penyakit jantung.
Kebanyak wanita yang meninggal dunia karena penyakit jantung, tidak pernah tahu bahwa dirinya mengalami penyakit jantung.

Perubahan gaya hidup membuat wanita modern rentan mengalami penyakit jantung. Tak sedikit pula wanita yang meninggal dunia karenapenyakit jantung. Dan mereka sering tidak menyangka bakal terkena serangan jantung.

Para ahli medis di India mengatakan, kebanyakan wanita hanya menganggap kanker payudara sebagai ancaman terbesar bagi kesehatan mereka. Padahal, penyakit jantung yang merupakan penyakit kardiovaskular ini pun cukup jahat bagi kehidupan mereka.

Di peringatan Hari Jantung Sedunia ini, sudah saatnya para wanita memahami fakta serta mitos apa saja terkait kesehatan jantung yang dimilikinya.

Berikut ini, terdapat mitos serta fakta terkait penyakit jantung dan kesehatan jantung wanita seperti dijelaskan oleh HOD of Cardiology di Sri Balaji Action Medical Institute Delhi, Dr Amar Singhal, dikutip Health Me Up, Senin (29/9/2014)

5 Mitos Dan Fakta Tentang Penyakit Jantung Pada Wanita

1. Mitos: Penyakit jantung adalah penyakit kaum pria

Amar secara tegas mengatakan bahwa itu tidak benar. Hanya saja, cara penyakit jantung menyerang kaum hawa berbeda saat penyakit itu menyerang kaum adam. Pada wanita, kata Amar, penyakit jantung muncul setelah mereka menopause sehingga di masa muda mereka cenderung mengabaikannya.

Suatu survei yang berasal dari 'Visualising the Extent of Heart Disease in Indian Women', dalam kurun waktu lima tahun terakhir, telah terjadi peningkatan sebesar 16 sampai 20 persen penyakit jantung pada wanita. 

2. Mitos: Hanya wanita tua saja yang menderita serangan jantung

Amar menjelaskan bahwa penyakit jantung tidak pernah memilih dalam hal `pertemanan`. Penyakit jantung dapat dialami oleh semua wanita dari segala lapisan umur. Bahkan, mereka yang berusia 20 sampai 30 tahun pun dapat mengalami kondisi ini.

Menurut Amar, kombinasi antara penggunaan pil KB dan merokok mampu meningkatkan risiko penyakit jantung. Risiko akan terus mengalami peningkatan di saat usia mengalami penambahan, ditambah pula kebiasaan buruk seperti makan berlebihan dan gaya hidup yang tidak aktif berdampak pada terjadinya penyumbatan arteri di kemudian hari.

3. Mitos: Pasien jantung harus mengonsumsi lemak sedikit mungkin

Jika seorang wanita adalah pasien jantung, maka sudah seharusnya untuk mengonsumsi makanan yang rendah lemak jenuh. 

Mengonsumsi minyak nabati, dan makanan lain seperti susu rendah lemak, ayam, kacang-kacangan, dan minyak zaitun, menguntungkan pasien jantung. Bahkan pasien dianjurkan untuk mengonsumsi tinggi asam lemak omega-3 yang ada di dalam seekor ikan sebanyak dua kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Jika penyakit jantung adalah keturunan, tidak ada yang bisa dilakukan

Amar mengatakan, wanita dengan riwayat keluarga penyakit jantung punya risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Namun, masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko itu. Dengan cara membuat pilihan yang sehat dan cerdas untuk dalam menjaga diri dan kesehatan jantung, dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih baik lagi.


5. Mitos: Gejala penyakit jantung pada wanita sama seperti gejala dari pria

Faktanya, bagi seorang wanita penyakit jantung sama dengan nyeri dada. Mereka percaya bahwa jika tidak mengalami nyeri dada, tidak dapat dikatakan menderita penyakit jantung.

Hal ini yang membuat wanita mengabaikan kebiasaan untuk melakukan pengecekan, sehingga kerap tertunda, yang membuat konsekuensi untuk mengalami itu jauh lebih besar.

"Meski keduanya dapat mengalami nyeri dada yang khas, sebagian besar wanita tidak memiliki gejala-gejala tersebut sama sekali. Biasanya, wanita mengalami ketidaknyamanan pada rahang, sesak napas, kelelahan, mual, dan pusing," kata Amar.


12 Kuliner Khas Bandung

Kuliner adalah sebuah karya dari hasil olahan yang berupa masakan. Masakan yang diolah berupa lauk-pauk, makanan (penganan) dan minuman. Setiap daerah tentunya memiliki citarasa tersendiri, maka tak heran jika setiap daerah juga memiliki tradisi kuliner yang berbeda-beda. Dalam postingan ini, saya mencoba mengulas beberapa kuliner khas Bandung yang kebetulan menjadi kuliner favorit saya, selain itu, kuliner khas Bandung tidak hanya tersedia di Bandung, melainkan mudah dijumpai di kota-kota besar. berikut kuliner-kuliner khas Bandung yang mampu menggugah selera makan anda. Check this out :
1. Karedok
Karedok atau keredok adalah makanan khas daerah di Indonesia. Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah antara lain; ketimun, tauge, kol, kacang panjang, daun kemangi, dan terong. Sedangkan sausnya adalah bumbu kacang yang dibuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi. makanan ini cocok untuk kalian yang sedang diet namun tetap ingin makan banyak dan sehat.
2. Batagor

Siapa yang tidak kenal batagor? Batagor (akronim dari bakso tahu goreng) adalah makanan tradisional khas Jawa Barat yang dibuat dari tahu berbalut tepung lalu digoreng. batagor menjadi salah satu jajanan favorit dibeberapa kalangan. mulai dari siswa SD, SMP, SMA sampai mahasiswa. teksturnya yang renyah dipadu dengan saus kacang membuat batagor sangat nikmat untuk disantap sebagai cemilan.
3. Mie Kocok Bandung

Mie Kocok adalah makanan berbahan dasar mie kuning dan tauge, yang diberi kuah panas dari kaldu kaki sapi yang terasa lemaknya dan diberi toping potongan kikil kecil. Rasanya panas dan segar, kalau anda pencinta pedas tinggal tambahkan sambal yang akan membuat lidah dan dahi anda berkeringat.
4. Perkedel Bondon

Perkedel kentang yang dimasak atau digoreng di atas tungku api, dan bahan bakan untuk menyalakan api/baranya menggunakan kayu atau arang. Mungkin cara memasaknya ini lah yang membuat perkedel ini sangat nikmat disajikan panas panas dan dengan sambal saja sudah cukup untuk menemani nasi sebagai lauk untuk bersantap.
5. Lotek

Lotek hampir sama dengan pecel, yakni makanan berupa rebusan sayuran segar yang disiram dressing berupa sambal dicampur bumbu kacang. Keunikannya, sebagai bahan sambal di samping kacang seringkali ditambahkan tempe dan dalam bumbunya ditambahkan terasi, gula merah, dan bawang putih. Secara umum, lotek terasa lebih manis daripada pecel. Selain itu, kalau sambal pecel bumbu sudah dicampur sebelumnya, untuk lotek bumbu baru ditambahkan ketika akan dihidangkan. Lotek dapat disajikan dengan lontong atau nasi hangat, disertai dengan kerupuk dan bawang goreng.
6. Surabi Bandung

Serabi kadang disebut srabi atau surabi merupakan salah satu makanan ringan atau jajanan pasar yang berasal dari Indonesia. Serabi serupa dengan pancake (pannekoek atau pannenkoek) namun terbuat dari tepung beras (bukan tepung terigu) dan diberi kuah cair yang manis (biasanya dari gula kelapa). Kuah ini bervariasi menurut daerah di Indonesia. Daerah yang terkenal dengan kue serabinya adalah Jakarta, Bandung, Solo, Pekalongan dan Purwokerto yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri.
7. Combro

Combro atau kadang disebut comro atau gemet merupakan makanan khas dari Jawa Barat. Combro terbuat dari parutan singkong yang dibentuk bulat yang bagian dalamnya diisi dengan sambal oncom kemudian digoreng, karena itulah dinamai combro yang merupakan kependekan dari oncom di jero (bahasa Sunda (Namun nama tradisionalnya combro bukan comro), artinya: oncom di dalam, begitu juga halnya dengan gemet merupakan kependekan dari dage saemet artinya dage di dalam yang artinya kurang lebih sama. Makanan ini lebih enak disantap saat masih hangat.
8. Misro

Misro merupakan makanan khas dari Jawa Barat. Terbuat dari parutan singkong yang bagian dalamnya diisi dengan gula merah kemudian digoreng, karena itulah dinamai Misro yang merupakan kependekan dari amis di jero (bahasa Sunda, artinya: manis di dalam). Bentuknya bulat. Makanan ini enak disantap saat hangat.
9. Nasi Timbel

Nasi timbel adalah yang nasi putih biasa yang panas lalu dibungkus daun pisang, karena dibungkus daun pisang maka akan menimbulkan aroma yang khas. Biasa disajikan dengan berbagai tambahan seperti tahu dana tempe goreng, ayam goreng, sambal dan juga lalap.
10. Cendol

Cendol merupakan minuman khas Indonesia yang terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es dawet. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah “cendol” mungkin sekali berasal dari kata “jendol”, yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa dan Indonesia; hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala tengah meminum es cendol.
Tepung beras diolah dengan diberi pewarna berwarna hijau dan di cetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna makanan buatan. Di Sunda cendol dibuat dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan sehingga diperoleh bentuk bulat lonjong yang lancip di ujungnya. Di Sunda minum cendol disebut nyendol.
11. Pisang Molen

Pisang molen adalah suatu hidangan ringan berbahan baku pisang yang dilapisi lembar-lembar adonan tepung dan kemudian digoreng. Hidangan ini merupakan variasi dalam pengolahan pisang goreng. belakangan ini pisang molen dihadirkan dengan berbagai rasa, tersedia rasa coklat, keju, nanas, dll.
12. Peuyeum

Peuyeum adalah sejenis makanan khas yang terbuat dari singkong yang direbus dan diberi ragi sehingga terfermentasi. namun selain warga banding, biasanya menyebut peuyeum dengan sebutan tape. tape ini juga bisa menghiasi beberapa minuman seperti es buah, es teler, es doger. tape juga bisa dijadikan cemilan dengan cara diberi tepung lalu goreng (tape goreng).